Selasa, 19 Februari 2008

coba

by: Shane Vicars

There has never been a better time for coffee in the USA than today. This is an incredible feat when measured against the ever-growing tea and bottled water markets, and, of course, the every-increasing soda market. Many people believe the high consumption of coffee in the USA, more than one million people drinking at least 3.3 cups of joe per day, is greatly due to Starbucks’ meteoric rise in popularity.


In the 1990s, Starbucks became a household name, and almost overnight it seemed that there was a Starbucks coffee shop on every corner. This, in turn, led other coffee lovers to give into their entrepreneurial streak and open their own coffeehouses, giving coffee consumers even more places to go to get their fix.


Suddenly, coffee in the USA wasn’t just a drink anymore—it was an experience. People who’d been drinking a couple of cups of black coffee a day at the office were drawn to coffeehouses of all types where they could experiment with new kinds of coffees and enjoy the homey, or in some cases, bohemian, coffee shop atmosphere at the same time.


And this, of course, led to those same folks wanting to recreate that oh, so special coffee experience at home. Demand for coffee makers, coffee roasters, coffee grinders, and other coffee preparation and brewing equipment skyrocketed. Manufacturers responded to this demand with hi-tech gadgetry and equipment certain to please coffee enthusiasts of all types.


Even major restaurant chains such as McDonalds, Burger King, and Dunkin Donuts are trying to cash in the coffee in the USA craze. For example, McDonalds started the McCafe where you can purchase different types of coffee and pastries much as you can at Starbucks, though the variety is not nearly as wide. All of this is good news for coffee lovers in the USA.


There’s a wider variety of coffee and specialty coffee available than ever before. Plus, there are far more places where you can get a great cup of coffee than there were, say, even ten years ago. And if you love grinding, roasting, and brewing your own coffee, you have so many choices in equipment that it just could make you dizzy trying to decide which to buy.


As with most things these days, the Internet plays an important role in the coffee in the USA craze. With a quick click of the mouse, you can find everything from fine Jamaican coffee to Hawaiian-grown Kona coffee to top-notch Colombian coffee.


You can also easily find any type of coffee beans your heart desires, along with any coffee preparation equipment you want online, often at discount prices—and that can usually make most any cup of coffee in the USA, or anywhere else for that matter, taste even better.

Read More..

TRIK MENGHADAPI WAWANCARA

Persiapan, banyak orang yang menganggap hal ini tidak perlu dalam melamar pekerjaan. Tampil saja sebagaimana adanya dan biar perusahaan yang menilainya, begitu pendapat sebagian orang. Pendapat ini memang benar, namun banyak yang salah kaprah mengartikan ungkapan di atas. Tampil apa adanya berarti anda tidak melakukan kebohongan, tapi itu bukan berarti anda tidak mempersiapkan diri dengan baik. Bernagkat perang tanpa mengetahui musuh sama saja dengan bunuh diri,begitu kata pepatah kuno. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk lebih meyakinkan calon perusahaan anda berikutnya bahwa andalah yang mereka cari :

1.Bicara rinci saat wawancara
Cari tahu lebih banyak tentang posisi yang ditawarkan, perusahaan dan produk/pelayanan yang ditawarkan. Semakin banyak anda tahu tentang posisi yang anda lamar akan semakin baik. Selain itu, persiapan akan membuat anda tampil percaya diri sendainya ditanya mengenai hal-hal spesifik menyangkut perusahaan atau pekerjaan anda.

2.Bawa salinan dari resume anda
Tujuannya adalah sebagai cadangan dan berjaga-jaga, siapa tahu diperlukan
.
3.Lakukan kontak mata
Saat diwawancara, jangan menunduk. tatap langsung mata pewawancara setiap kali anda ingin memberikan jawaban. Dengan melakukan hal ini, anda akan dianggap sebagai seseorang yang percaya diri dan fokus pada tujuan.

4.Tunjukkan minat dan antusiasme anda terhadap perusahaan

5.Berpakaian secara profesional
Arti kata ’profesional’ di sini bisa berarti banyak hal, terutama di masa sekarang ini. Seandainya anda bingung, gunakan saja setelan putih hitam seperti yang biasa dipakai orang yang melamar pekerjaan. Yang paling penting adalah tampil rapi dan sopan. Percaya atau tidak, kesan pertama itu penting lho!

6.Jawab pertanyaan dalam waktu 60 detik
Anda mungkin tidak ingin terlihat sebagai seseorang yang pasif, namun omongan yang terlalu panjang akan membuat pewawancara bosan dan mencoret anda dari daftar calon favoritnya. Jelas, tegas, dan tepat pada sasaran adalah tujuan yang harus diutamakan.

7.Dengar dan jawab pertanyaan secara langsung
Seandainya anda merasa ada hal yang tidak jelas, tanyakan langsung untuk klarifikasi. Hal ini juga berguna untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.

8.Jelaskan prestasi yang pernah anda buat
Jangan pernah sungkan untuk menjelaskan proyek apa saja yang pernah anda kerjakan di perusahaan sebelumnya. Persiapan diri untuk melakukan penjelasan akan mempengaruhi bagaimana performan anda di pekerjaan yang anda incar tersebut.

9.Bertanya
Yang dimaksud bertanya di sini bukanlah pertanyaan-pertanyaan klise. Pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan tajam akan menunjukkan bahwa anda adalah orang yang proaktif (dan memberikan kesan bahwa anda adalah orang yang tepat dan mempunyai visi untuk memajukan perusahaan).

10.Kirim ucapan terima kasih dua hari setelah wawancara
Tunjukkan bahwa anda berminat dengan posisi yang ditawarkan dan ucapkan terima kasih pada pewawancara anda karena telah meluangkan waktunya untuk anda. Meski anda tidak mendapat pekerjaan tersebut, namun dengan memelihara hubungan baik siapa tahu bila ada posisi yang lebih baik anda menjadi orang pertama yang dihubungi.

11. Berdoa


Read More..

Jumat, 15 Februari 2008

halo!!

halo smua!

so , ini postinga pertamaku

ksih coment ya!!!

Read More..